Menopause Dini

Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 atau 45 tahun dianggap sebagai menopause yang cepat, tetapi menopause dini biasanya didefinisikan sebagai menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kadang-kadang, menopause dini juga disebut sebagai kegagalan ovarium dini (premature ovarian failure, POF), karena hal tersebut adalah masalah yang telah menyebabkan menopause datang lebih cepat. Namun, demikian, sangat penting untuk mencatat bahwa POF dan menopuase dini tidak selalu merupakan hal yang sama.

Menopause Dini

Menopause Dini

Data Statistik Menopause Dini pada wanita:

  • Kira-kira 1 dari setiap 100 wanita di bawah usia 40 tahun telah mengalami menopause.
  • Kira-kira 1 dari setiap 1.000 wania di bawah usia 30 tahun telah mengalami menopause.
  • Kira-kira 1 dari setiap 10.000 wanita di bawah usia 20 tahun telah mengalami menopause.

Menopause dini di Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain kelainan bawaan (biasanya kelainan kromosom), penyakit autoimun (sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel indung telur tubuh itu sendiri), telah dilakukan pengangkatan ovarium (rahim). Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan menopause dini.

Gejala menopause dini yang dirasakan menopause, maupun menopause dini sama, yakni tidak lagi mengalami menstruasi, mengalami gejala menopause lainnya seperti hot flashes dan emosi yang tidak stabil.

Pada menopause dini yang terjadi biasanya akan menimbulkan resiko penyakit lain muncul, yakni adalah :

  1. Osteoporosis
    Penyakit osteoporosis yang diakibatkan karena hormon estrogen yang diproduksi oleh indung telur untuk bisa membantu mengendalikan regenerasi atau terjadinya pertumbuhan dan juga perbaikian pada tulang. Dan pada masa menopause, biasanya hormon estrogen ini akan mengalami penurunan pada produksinya yang pada akhirnya menyebabkan tulang menjadu mudah keropos atau osteoporosis. Tulang kemudian akan menjadi lebih lemah dan bisa dengan mudah patah. Keadaan ini dikenal dengan penyakit osteoporosis.
    Cara mengatasi osteroporosis adalah dengan melakukan pencegahan dari terjadinya patah tulang dengan memperlambat terjadinya kehilangan pada sel-sel tulang dan meningkatkan densitas atau juga kekuatan pada tulang. Diantaranya adalah dengan mengubah gaya hidup, salah satunya adalah untuk wanita yang senang merokok sebaiknya mulailah untuk berhenti merokok, jangan minum-minuman yang mengandung alkohol, dan melakukan olahraga dengan teratur. Selain itu, konsumsilah jenis makanan yang mengandung nutrisi tinggi dan seimbang yang mengandung kalsium serta vitamin D yang sangat kuat. Karena obat-obatan ini bisa membantu menghentikan terjadinya sel-sel tulang yang hilang dan membantu meningkatkan kekuatan pada tulang dan bisa didiskusikan dengan dokter Anda.
  2. Penyakit jantung
    karena produksi kadar estrogen di dalam darah mengalami penurunan, oleh karena itulah pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya peningkatan pada tekanan darah tinggi dan naiknya berat badan yang menyebabkan resiko dari terjadinya peluang penyakit jantung dan pembuluh darah.

Untuk mengatasi menopause dini pada wanita, maka biasanya selama tahap perimenopause pada wanita, ada beberapa dokter yang menyarankan untuk menggunakan pil KB agar bisa mengurangi gejala menopause dini yang muncul. Disaat sudah memasuki masa menopause, jika gejala ini malah semakin mengganggu maka bisa melakukan terapi hormonal dengan menggunakan hormon progesteron dan hormon estrogen jika Anda masih mempunyai rahim atau juga hormon estrogen jika sudah tidak mempunyai rahom lagi. Terapi hormonal yang dilakukan ini adalah untuk membantu mengurangi gejala menopause dini yang terjadi di masa menopause dan juga untuk mencegah penyakit osteoporosis.

Terapi hormonal yang dilakukan juga tersedia dalam beberapa bentuk yakni adalah menggunakan tablet atau patch yang bisa ditempelkan pada kulit. Atau juga dengan mleakukan Hormon replacement Therapy atau HRT dan juga melakukan terapi hormonal lokal untuk vagina. Biasanya terapi hormonal yang mengadung kandungan estrogen saja, progesteron saja, testosteron saja, dan bisa juga kombinasi dari etsrogen dan progesteron. Terapi hormonal yang optimal dan efektif untuk dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi gejala dari menopause dalam bentuk hot flashes dan juga vagina kering. Dan bagaimanapun juga, terapi hormonal yang bisa membantu memperbaiki suasana hati ataupun juga gangguan susah tidur yang terjadi dalam waktu singkat merupakan salah satu penyebab yang tidak bisa diatasi lebih dulu. Terapi hormonal ini biasanya dilakukan selama 6 bulan sampai 1 tahun.

Selain itu, sebelum Anda melakukan terapi hormonal untuk mengurangi tanda dan gejala menopause dini maka sebaiknya Anda mengetahui resiko yang akan terjadi. Resiko yang akan terjadi dari terapi hormonal adalah peningkatan pada penyakit kanker payudara. Dan resiko ini juga akan meningkat semakin tinggi jika lama dalam pemakaian HRT yang bisa dideteksi selama 1-2 tahun untuk pemakaian terapi hormonalnya. Resiko ini akan mengalami penurunan jika terapi hormonal dihentikan dan waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 5 tahun agar bisa mengurangi resiko kembali seperti semula lagi.

Menopause Dini

Posted in Menopause Dini | 1 Comment

Menopause Dini Pada Wanita

Menopause dini pada wanita adalah menopause yang terjadi pada wanita yang terlalu cepat. Hal ini menyebabkan suatu kejadian yang menyedihkan pada wanita yang belum berkesempatan untuk mempunyai anak dan melahirkan anak. Biasanya menopause ini terjadi pada mereka yang berusia 40 tahunan, namun tidak menutup kemungkinan mereka yang masih berusia 20- 30 tahun bisa mengalami menopause dini ini.

Menopause Dini Pada Wanita

Menopause Dini Pada Wanita

Beberapa hal yang menjadi penyebab dari menopause dini pada wanita adalah karena kelainan yang terjadi pada bawaan, biasanya jika terjadi karena kelainan pada bawaan terjadinya kelainan pada kromosom. Penyakit autoimun yang terjadi atau sistem pertahan tubuh yang bisa menyerang sel-sel indung telur yang ada di dalam tubuh seorang wanita. Merokok juga bisa menyebabkan masalah menopause dini datang.

Gejala menopause dini pada wanita adalah tidak mengalami menstruasi atau mati haid, dan mengalami berbagai masalah dan gejala menopause lainnya misalnya adalah hot flashes atau semburan panas dari dalam leher rahim dan emosi yang terjadi secara labil.

Menopause yang alami adalah menopause yang terjadi pada usia 50 tahun. Namun yang terjadi pada menoapause dini ini terjadi lebih cepat. Penyebab lain dari terjadinya menopause dini pada wanita seperti yang sudah dijelaskan diatas adalah karena Anda pernah menjalani histerektomi. Hal ini memang merupakan salah satu penyebab dari terjadinya menopause dini. Mengapa demikian? Karena jika ovarium diangkat, maka menopause akan terjadi dengan lebih cepat. Dan wanita tersebut yang melakukan pembedahan histerektomi akan mulai merasakan tanda dan gejala dari menopause di beberapa hari setelah melakukan histerektomi.

Penyebab lainnya adalah disebabkan karena salah seorang anggota kelauarga Anda pernah ada yang mengalami menopause dini juga. Hal ini bisa menentukan usia menopause seseorang juga. Namun,penyebab karena keturunan jarang terjadi pada mereka yang mengalami menopause dini. Hal ini terbukti berdasarkan suatu penelitian yang menunjukkan bahwa hanya 1  dari 20 wanita yang mengalamii menopause dini yang benar-benar mempunyai riwayat seperti yang dijelaskan tadi.

Kegagalan ovarium dini merupakan suatu menopause wanita yang terjadi sebelum wanita berusia 40 tahun. Penyebab menopause dini pada wanita hingga saat ini tidak diketahui namun ada kaitannya dengan suatu penyakit autoimun dan juga adanya faktor keturunan. Dan selain itu juga menopause dini bisa terjadi diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu dan juga karena operasi. Operasi yang dilakukan dengan mengangkat indung telur akan membuat terjadinya menopause dini pada wanita. Dan jika dilakukan operasi pengangkatan rahi atau histerektomi tanpa melakukan suatu pengangkatan indung telur maka gejala menopause prematur yang tidak akan terjadi akibat dari indung telur yang masih bisa untuk menghasilkan hormon. Dan selain itu juga, suatu terapi radiasi maupun dari terjadinya kemoterapi bisa menyebabkan menopause jika diberikan untuk wanita yang masih mengalami ovulasi untuk bisa mengeluarkan sel telur.

Untuk wanita yang mengalami masalah menopause dini maka mempunyai suatu gejala yang sama dengan gejala menopause pada umumnya misalnya adalah hot flashes atau juga suatu perasaan yang hangat diseluruh yang paling utama adalah terasa di bagian dada dan juga bagian kepala. Selain itu gejala menopause lainnya adalah gangguan emosi, vagina kering dan gairah seksual menurun. Wanita yang biasanya mengalami menopause dini mempunyais uatu kejadian pada keropos tulang yang lebih besar dari mereka yang mempunyai gejala menopause lebih lama. Dan kejadian ini biasanya meningkatkan angka dari kasus osteoporosis dan terjadinya patah tulang.

Menopause adalah suatu hal yang normal terjadi pada kehidupan seorang wanita disaat periode menstruasi mereka mulai berhenti. Dan seorang wanita yang sudah mencapai usia menopause maka dia tidak akan mendapatkan siklus haid atau menstruasi selama kurang lebih 12 bulan dengan berurutan dan tidak adanya suatu penyebab menopause lain untuk suatu perubahan yang terjadi. Dan selama menopause sedang berlangsung yang paling sering terjadi biasanya sekitar usia 45-55 tahun. Namun tubuh seorang wanita dengan perlahan akan membuat produksi hormon estrogen dan hormon progesteron di dalam tubuh wanita akan memunculkan berbagai gejala.

Terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah menopause dini pada wanita adalah karena menopause merupakan suatu hal yang normal dan merupakan suatu perjalanan hidup oleh seorang wanita dan bukanlah suatu penyakit yang harus diterapi atau disembuhkan. Gejala dari menopause dini sendiri biasanya sifatnya  hanya sementara sampai seseorang benar-benar berada pada masa menopause. Mengubah gaya hidup mungkin salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala menopause dini. Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi baik untuk kesehatan dan paling penting adalah untuk mengurangi resiko dari terjadinya osteoporosis dan juga patah tulang pada wanita. Melakukan diet seimbang yang kaya akan serat dan mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak tinggi.

Menopause Dini Pada Wanita

Posted in Menopause Dini | Leave a comment

Menopause Dini & Gejala

Menopause Dini & Gejala – Kegagalan ovarium prematur adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Penyebabnya tidak diketahui namun mungkin berkaitan dengan penyakit autoimun atau faktor keturunan. Selain itu, menopause dini dapat terjadi karena obat-obatan atau operasi. Operasi pengangkatan indung telur(oophorectomy) akan mengakibatkan menopause dini.

Menopause Dini & Gejala

Menopause Dini & Gejala

Apabila dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) tanpa pengangkatan indung telur maka gejala menopause dini tidak akan terjadi karena indung telur masih mampu menghasilkan hormon. Selain itu, terapi radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan menopause bila diberikan pada wanita yang masih berovulasi (mengeluarkan sel telur).

Wanita yang mengalami Menopause Dini & Gejala  memiliki gejala yang sama dengan menopause  wanita pada umumnya seperti hot flashes (perasaan hangat di seluruh tubuh yang terutama terasa pada dada dan kepala), gangguan emosi, kekeringan pada vagina, dan menurunnya keinginan berhubungan seksual. Wanita yang mengalami menopause dini memiliki kejadian keropos tulang lebih besar dari mereka yang mengalami menopause lebih lama. Kejadian ini meningkatkan angka kejadian osteoporosis dan patah tulang.

Menopause Dini & Gejala yang dialami oleh wanita adalah :

  1. Perubahan yang terjadi pada periode menstruasi biasanya terjadi dengan gejala seperti memendek atau juga memanjang, dan lebih banyak atau juga lebih sedikit atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali dan siklus haid tidak lancar
  2. Hot flashes atau semburan panas
  3. Kekeringan pada vagina
  4. Gangguan susah tidur
  5. Perubahan pada suasana hati seperti depresi, stres, dan lebih cepat tersinggung
  6. Nyeri saat melakukan hubungan seksual
  7. Infeksi saluran kemih saat buang air kecil
  8. Inkontinensia pada urin atau tidak bisa menahan keluarnya air seni
  9. Tidak bergairah dalam melakukan hubungan seksual
  10. Peningkatan yang terjadi pada lemak di dalam tubuh disekitar punggung.
  11. Konsentrasi dan daya ingat menurun

Menopause Dini & Gejala dengan ditandai oleh hot flashes yang merupakan salah satu gejala menopause yang terjadi. Pada gejala menopause dini hampir sama dengan menopause alami. Hanya yang berbeda adalah usia saja. Hot flashes ini biasanya terjadi selama 30 detik dan bisa terjadi sampai beberapa menit dan bisa dibarengi dengan berkeringat di malam hari. Lingkungan yang panas, serta efek dari makanan dan juga minuman yang pedas serta makanan yang pedas, alkohol, makanan atau minuman yang mengandung kafein dan juga akibat stres yang bisa menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi dari gaya hidup, dengan melakukan olahraga secara teratur dan dengan meredakan cemas atau stres dan tekanan bisa membantu mengurangi gejala ini. Atau Anda bisa melakukan cara hubungi dokter jika memang memerlukan konsumsi obat antidepresi atau juga bisa melakukan terapi hormonal.

Vagina kering merupakan salah satu Menopause Dini & Gejala yang terjadi. Dan hal ini terjadi lebih tipis, lebih kering dan kurang elstis dibagian vagina yang disebabkan karena penurunan pada kadar estrogen di dalam tubuh. gejala dari menopause dini meruakan kering pada vagina dan juga gatal dibagian vagina, mengalami iritasi atau juga nyeri saat sedang melakukan hubungan seksual. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan pelumas vagina yang banyak dijual bebas atau bisa juga dengan menggunakan krim sebagai pengganti dari estrogen yang digunakan dengan cara dioleskan pada vagina. Jika terjadi suatu pendarahan setelah menggunakan krim estrogen ini maka lekas hubungi dokter.

Susah tidur merupakan salah satu Menopause Dini & Gejala pada wanita. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan latihan fisik sebanyak 30 menit dalam sehari, namun sebaiknya hindarilah jenis olahraga yang dekat dengan waktu tidur Anda. Selain itu, hindarilah alkohol, kafein, dan juga makan dalam jumlah yang besar, dan bisa juga bekerja dengan tepat sebelum waktu tidur. Sebaiknya usahakan agar suhu kamar jangan sampai terlalu panas, karena hal ini akan memicu gangguan tidur malah semakin parah. Hindarilah waktu tidur siang dan cobalah untuk tidur serta bangun dalam waktu yang sama disetiap harinya. Anda bisa juga melakukan relaksasi seperti misalnya adalah melakukan meditasi sebelum tidur.

Infeksi saluran kemih merupakan gejala yang umum terjadi pada menopause wanita. Karena kadar estrogen yang rendah yang menyebabkan terjadinya penipisan pada jaringan dibagian kandung kemih dan bagian saluran kemih yang mempunyai akibat dari terjadinya penurunan pada kontrol serta kandung kemih atau juga mudahnya dari terjadi kebocoran pada air seni jika mengalami tekanan saat batuk, bersin, dan juga saat sedang tertawa berlebihan. Hal ini akan membuat otot menjadi lemah di sekitar kandung lemih. Dan bisa meningkatkan terjadinya resiko infeksi saluran kemih.

Cara mengatasi Menopause Dini & Gejala infeksi saluran kemih adalah dengan melakukan latihan kegel. Kontraksikan otot pada bagian panggul misalnya saat sedang mengencangkan dan juga mnutup vagina atau saat membuka anus. Tahanlah selama 2 hitungan kemudian regangkan atau relaksasikan. Tunggulah beberap detik dan ulangi lagi.

Menopause Dini & Gejala

Posted in Menopause Dini | 1 Comment

Penyebab Menopause Dini

Penyebab Menopause Dini – Istilah menopause wanita merupakan berhentinya haid yang permanen selama paling sedikit setahun, yang merupakan akhir dari masa reproduksi wanita. Sebenarnya menopause merupakan hal yang normal terjadi pada wanita, pada usia 54-58 tahun. Namun wanita umur 30-40 tahun pun bisa mengalami menopause yang disebut dengan istilah menopause dini.

Penyebab Menopause Dini

Penyebab Menopause Dini

Menopause normal, menstruasi berhenti secara fisiologis ovarium tidak lagi memberikan respons terhadap sinyal hormon di dalam tubuh (54-58 tahun) Penyebab Menopause Dini berhentinya menstruasi pada umur 30-40 tahun. Menopause dini datang pada saat wanita berada di usia reproduksi. Dapat terjadi pada wanita yang memiliki riwayat keluarga menopause dini, mengalami operasi pengangkatan ovarium , menjalani terapi kanker seperti radiasi atau kemoterapi yang merusak ovarium, atau karena status gizi dan penyakit tertentu.

Wanita yang akan mengalami menopause akan merasa beberapa gangguan pada masa peralihan (primenopause). Menopause merupakan peristiwa alami dalam siklus kehidupan wanita menghadapi tahap tersebut, tetapi ada juga yang justru menunggu-nunggu akan datanganya menopause. Rasa takut timbul karena anggapan yang salah kaprah bahwa menopause merupakan tanda berakhirnya rasa tertarik aktivitas seksual seseorang, hal ini akan berdampak secara psikologis, intinya mereka merasa sudah tidak muda lagi.

Sedangkan bagi mereka yang dengan suka cita menghadapi masa tersebut menganggap menopause adalah suatu fase hidup yang perlu disikapi secara positif. Mereka merasa sudah bterbebas dari kesempatan melahirkan dan rasa sakit pra menstruasi.

Penyebab menopause dini pada wanita bisa disebabkan karena hal dibawah ini :

  1. Kromosom cacat
    Salah satu hal yang menjadi penyebab menopause dini adalah karena kromosom yang ada di dalam tubuh yang mempunyai suatu kelainan. Misalnya sebagai contoh adalah wanita yang mempunyai sindrom Turner yang terlahir dengan kromosom X yang tidak sempurna. Kemudian ovarium tidak akan bisa berbentuk dengan normal dan hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya menopause dini.
  2. Faktor keturunan atau genetika.
    Wanita dengan riwayat hidup dan riwayat keluarga yang mempunyai faktor menopause dini mungkin juga akan mengalami hal ini.
  3. Penyakit autoimun
    Karena sistem kekebalan tubuh yang imunitas yang biasanya melakukan perlawanan dengan penyakit dengan cara berlebihan keliru biasanya menyerang ovarium dan juga menghambat dari terjadinya pembentukan hormon di dalam tubuh, hal ini biasanya dialami oleh wanita yang mempunyai penyakit Tyroid atau juga Rheumatoid arthritis, dua jenis penyakit ini bisa menyebabkan sistem imunitas wanita menjadi lebih aktif.
  4. Kemoterapi
    Penyembuhan penyakit kanker dengan kemoterapi. Pengobatan penyakit kanker dengan melakukan kemoterapi pada penyakit kanker. Perawatan ini bisa mengalami suatu kerusakan pada ovarium dan bisa menyebabkan masalah menstruasi pada wanita menjadi berhentu. Dan suatu kesulitan untuk bisa hamil akan sangat besar terjadi sampai beberapa bulan kemudian. Dan suatu kemungkinan untuk bisa mengalami gejala menopause tergantung dari jenis dan juga dosis kemoterapi yang biasanya digunakan. Wanita yang lebih muda akan lebih rendnah kemungkinan untuk mengalami menopause.
  5. Pembedahan untuk bisa mengangkat ovarium
    Operasi yang dilakukan dengan cara pengangkatan kedua indung telur, yang biasanya disebut dengan bilateral oophorectomy yang bisa menyebabkan terjadinya menopause dengan lebih cepat. Dan siklus haid pada seorang wanita akan berhenti jika selesai menjalani operasi ini, dan kemudian hormonnya akan menurun dengan cepat. Setelah itu wanita akan mengalami masa perimenopause, penderita biasanya akan merasakan rasa panas dan akan berkeringat di malam hari serta detak jantungnya yang lebih cepat dibandingkan biasanya. Hal ini bisa terjadi 2-30 menit dalam setiap kali terjadi. Selain itu akan mengalami gairah seksual yang menurun.
  6. Pembedahan untuk mengangkat rahim
    Penyebab menopause dini juga bisa disebabkan karena histerektomi. Beberapa wanita yang menjalani histerektomi ini atau pengangkatan rahim serta uterus atau kandungan masih bisa mempertahankan idnung telur. Mereka tidak akan memasuki masa menopause dini akibat dari indung telur yang masih bisa memproduksi hormon. Namun, karena rahim yang sudah diangkat, mereka menjadi tidak mempunyai siklus haid dan menjadi tidak bisa hamil lagi. Mungkin juga wanita akan merasakan gejala menopause berupa hot flashes, karena operasi ini terjadi kadang mempengaruhi asupan darah menuju ke ovarium. Mereka yang akan mengalami masa menopause selama 1 atau dua tahun lebih awal dibandingkan yang seharusnya.

Jika Anda sudah mengalami masa periode siklus haid yang berubah sebelum memasuki usia 40 tahun, maka sebaiknya Anda menemui dokter Anda. Penyebab dari hal ini terjadi mungkin saja karena menopause dini. Ada suatu kemungkinan bahwa Anda juga mempunyai masalha pada kesehatan yang harus diobati atau juga mungkin Anda hamil.

Itulah informasi mengenai menopause dini dan penyebab menopause dini. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Penyebab Menopause Dini

Posted in Menopause Dini | Leave a comment

Cara Mencegah Menopause Dini

Cara Mencegah Menopause Dini – Wanita yang mengalami menopause tidak hanya terjadi pada usia 45 tahn keatas. Namun menopause wanita juga dapat terjadi pada usia muda atau yang disebut dengan menopause dini. Mereka yang mengalami menopause dini umumnya dimulai usia 30 tahunan yang disebabkan oleh penuruna fungsi organ tubuh lebih cepat dari yang seharusnya.

Cara Mencegah Menopause Dini

Cara Mencegah Menopause Dini

Wanita yang berusia 30 tahun atau lebih dan sudah mengalami menopause tentunya menjadi suatu masalah yang cukup serius. Usia 30 tahunan, masih dapat dikatakan memiliki tingkat reproduktivitas yang masih aktif dan memiliki kemampuan seksual yang masih terbilang baik. Namun, wanita yang terlanjur mengalami menopause tak perlu khawatir, hal ini masih bisa diatasi dengan melakukan terapi hormon estrogen. Diharapkan dengan terapi ini mampu mengembalikan hormon estrogen yang telah berkurang dan keluhan seperti kulit keriput, payudara kendur, dan libido seks menurun, dapat diatasi.

Dengan terapi hormon estrogen ini, wanita yang telah menopause dini tetap bisa menikmati kehidupan layaknya usia muda. Keadaan ini akan menyenangkan suami juga. Sebab bila wanita masih bisa tampil cantik, tentu suami juga akan merasa senang. Hubungannya dengan seks, wanita masih bisa bergairah dan bersemangat melayani suami. Terapi ini bisa mulai dipilih saat haidnya mulai tidak teratur. Terapi ini juga tidak menyebabkan kanker payudara, hanya saja pemberiannya harus dibarengi dengan pemberian hormon progesteron. Dan sebaiknya dalam menggunakan terapi ini lebih dahulu konsultasi dengan dokter anda.

Selain itu ada cara lainnya dalam cara mencegah menopause dini dengan cara alami, diantaranya adalah :

1. Hindari makanan yang serba instan

Cara Mencegah Menopause Dini dengan menjauhi Makanan serba instan, seperti makanan siap saji yang tentunya tidak mengandung nilai gizi yang seimbang. Makanan siap saji umumnya mengandung kolesterol tinggi dalam makanan dan menurunkan kebugaran.

2. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen

Makanan yang mengandung fitoestrogen umumnya mudah ditemukan pada jenis buah-buahan seperti pepaya, bengkoang, teh hijau, kacang kedelai. Selain itu juga mudah di dapat dari gandum, wijen, biji bunga matahari dan kacnag tunggak.

3. Terapkan pola hidup sehat

Menerapkan dan membiasakan hidup sehat dengan tidak merokok, tidak minum-minuman beralkohol, bersoda dan cukup istirahat.

4. Olahraga teratur

Selain membuat tubuh segar, olahraga teratur juga melancaarkan peredaran darah, menguatkan tulang dan membantu produksi hormon. Pilihlah olahraga sesuai kemampuan, seperti senam, joging atau lari pagi.

5. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Cara Mencegah Menopause Dini Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang mengandung cukup banyak fiber atau serat untuk menjaga kesehatan dan sebagai antioksidan alami dalam mencegah penuaan dini atau menpause.

Biasanya pada kasus menopause dini baru bisa dipastikan jika mereka mengalami menstruasi yang berhenti selama 12 bulan atau setahun secara berturut-turut. Untuk membantu menentukan apakah adanya suatu kemungkinan untuk memasuki masa menopause, maka dokter akan menanyakan apakah Anda sudah merasakan tanda-tanda atau gejala menopause seperti hot flashes, menstruasi yang tidak lancar, susah tidur, dan vagina kering. Namun, gejala menopause ini juga tidak cukup untuk memastikan bahwa anda sudah mengalami masa menopause wanita.

Hal yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes darah untuk membantu mengukur hormon estrogen di dalam tubuh misalnya adalah seperti follicle stimulating hormone atau FSH. FSH bisa membantu Anda untuk menentukan apakah Anda mengalami menopause dini atau tidak. Walaupun kadar dari hormon bisa berubah setiapharinya, namun Anda bisa memilih untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut serta melakukan tes yang dilakukan lebih dari sekali untuk membantu mengetahui dengan lebih pasti apakah Anda masih bisa hamil.

Menopause dini pada wanita biasnaya akan memberikan tekanan psikis pada mereka yang akan membuat mereka menjadi lebih mudah marah dan tersinggung. Dan jika Anda menjadi orangtua, maka bicaralah pada dokter mengenai pilihan lainnya, misalnya adalah donor indung telur atau juga melakukan adopsi. Dokter biasanya akan berbicara atau menyarankan kepada Anda untuk berdiskusi kepada infertility specialist. Dan Anda juga bisa melakukan pemeriksaan atau konsultasi pada psikiater mengenai perasaan yang menyakitkan ini dan kehilangan kesuburan serta efek yang lainnya yang Anda alami setelah masa menopause dini datang.

Karena menopause merupakan suatu hal yang alami terjadi dan normal. Namun untuk kasus menopause dini memang merupakan suatu hal yang diluar ketidaknormalan dan Anda bisa melakukan cara mencegah menopause dini pada wanita. Menopause merupakan proses alami yang akan terjadi pada setiap wanita sampai pada batas waktu yang mungkin akan berbeda. Sebaiknya dekatkan diri pada Tuhan, karena hanya Dia-lah yang mengatur semuanya dan mempunyai takdir. Syukuri apa yang Anda miliki saat ini.

Cara Mencegah Menopause Dini

Posted in Menopause Dini | Leave a comment

Ciri Ciri Menopause Dini

Ciri Ciri Menopause Dini – Menopause merupakan peristiwa yang sangat alamiah dan normal terjadi apa seorang wanita, tetapi banyak menimbulkan keluhan dan gangguan yang dirasakan. Namun, hal ini biasanya hanya ditanggapi sebagai proses “menua” atau justru disangka sebagai gejala dari penyakit lain, sehingga pengobatan yang diberikan tidaklah sesuai.

Ciri Ciri Menopause Dini

Ciri Ciri Menopause Dini

Secara garis besar, Ciri Ciri Menopause Dini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu secara Ciri Ciri Menopause Dini fisiologis dan secara Ciri Ciri Menopause Dini psikologis

1. Secara Fisiologis

Gejala menopause secara fisiologis akan dapat diamati berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pdaa organ reproduksi, anggota tubuh lainnya, susunana ekstragenital dan adanya gejala klinis.

a. Perubahan pada organ repoduksi

Gejala dan tanda menopause dapat diamati berdasarkan perubahan organ-organ reproduksi sebaga berikut :

- Uterus/rahim

Uterus mengecil, selain disebabkan oleh menciutnya selaput lendir rahim (atrofi endometrium) juga disebabkan oleh hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat antarsel. Serabut otot rahim (miometrium) menebal, pembuluh darah miometrium menebal dan menonjol.

2. Tuba falopii/saluran telur

Lipatan-lipatan tuba menjadi lebih pendek, menipis, dan mengerut, endosalping menipis, mendatar, serta rambut getar dalam tuba (silia) menghilang.

3. Ovarium

Perubahan dalam sistem perdaran darah indung telur sebagai akibat proses penuaan yang selektif dan terjadinya kekakuan dini pada sistem pembuluh darah indung telur diperkirakan sebagai penyebab utama gangguan peredaran darah ovarium. Dalam fase pramenopause siklus haid menjadi anovulasi (tidak mengeluarkan sel telur), folikel primer tidak dapat matang secara baik, dan di samping itu, kadar hormon gonadotropin juga meninggi.

Perimenopause merupakan waktu dimana sebelum terjadinya menopause yakni 1 tahun setelah menopause terjadi pada perubahan bioologis endokrinologis dan juga klinis dengan terjadinya pada usia rata-rata adalah 47,5 tahun. Selain itu perimenopause akan terjadi rata-rata 4 tahun sebelum masa menopause datang. Dan hanya sekitar 10% wanita saja yang mengalami ciri-ciri menopause dini wanita dengan ditandai gejala siklus haid berhenti dengan tiba-tiba selama satu tahun atau mengalami menstruasi tidak lancar dan jumlah darah haid yang menjadi lebih sedikit.

Sedangkan ciri-ciri menopause dini pada wanita adalah terjadi sebelum mereka berusia 40 tahun atau dibawah usia menopause pada umumnya. Penyebab menopause dini bisa disebabkan karena faktor keturunan atau faktor genetik, karena terjadinya kelainan pada kromoom, dan juga akibat dari intervensi medis misalnya adalah ooforektomi, radiasi, serta kemoterapi pada penyembuhan penyakit kanker. Menopause dini disebut juga sebagai salah satu kegagalan dari fungsi ovarium lebih dini atau premature ovarium failure = POF. Dan POF merupakan salah satu hipergonadotropik amenore dan bisa saja tidak permanen.

Ciri-ciri menopause dini yang terjadi pada wanita adalah :

  1. Perubahan pada siklus haid atau periode menstruasi. Bisa ditandai dengan jumlah darah haid yang lebih sedikit dibandingkan oleh wanita normal, atau lebih banyak, dan pendarahan haid menstruasi terjadi tidak teratur, selain itu daur haid yang hilang, selang seling, siklus haid yang tidak teratur dan bisa singkat atau bahkan lebih panjang. Perubahan pada siklus haid seperti ini merupakan salah satu hal yang wajar terjadi pada masa perimenopause. Namun harus diwaspadai yang ditakutkan adalah adanya suatu kelainan penyakit lainnya.
  2. Gejala vasomotor yang ditandai dengan hotflashes atau slushes. Yakni terjadinya suatu perubahan pada suhu tubuh yang terasa oleh pasien dan disertai dengan berkeringat di malam hari, dengan adanya suatu frekuensi dan juga intensitas yang terjadi dengan beragam. Dan sekitar 75% wanita akan mengalaminya dan sekitar 10-15% akan merasakan gejala hot flushes yang lebih berat lagi. Pada setiap wanita akan mengalami gejala menopause yang berbeda-beda dan demikian juga pada usia muda terjadi serta lamanya.
  3. Insomnia atau susah tidur. Salah satu ciri-ciri menopause dini adalah ditandai dengan gangguan tidur pada mereka yang memasuki masa menopause. Hal ini bisa saja disebabkan oleh hot flashes. Dan akan membuat mereka mengalami terbangun di malam hari dan menjadi terus terjaga, susah untuk tidur, mudah bangun namun tidak bisa untuk tidur lagi.
  4. Perubahan urogenital
    Biasanya jaringan yang menjadi artrofi akan mudah mengalami vaginisitis. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan hormon yang pada akhirnya akan menyebabkan fungsi pada sistem imunitas tubuh mengalami penurunan. Artrofi yang ada pada vagina akan menjadi kering dan mengalami iritasi serta gatal-gatal dibagian vagina.
  5. Perubahan suasana hati atau mood
    perubahan yang terjadi adalah mudah mengalami depresi, stres, cemas berlebihan dan meningkat. Hal ini diakibatkan karena perasaan yang takut dan juga terjadinya serangan panik. Selain itu, gejala fisik dari menopause ini akan membuatb keadaan cemas menjadi semakin berat dan semakin parah lagi.

Itulah informasi mengenai menopause dini dan ciri-cirinya semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Ciri Ciri Menopause Dini

Posted in Menopause Dini | 1 Comment